Ini Dia Macam-Macam Model Dasi Supaya Tampilan Lebih Oke

  Pria kantoran maupun yang bekerja dengan setelan resmi, biasanya tak bisa lepas dari dasi. Memakai dasi ini pun bukan hanya sekedar sebagai formalitas, tetapi juga untuk menunjang penampilan yang lebih sedap dipandang. Namun, meskipun kelihatannya mudah, ternyata tak semua pria bisa menggunakannya. Selain itu, aksesoris yang dipakai pada kerah leher ini pun ternyata memliki berbagai model dalam penerapannya.

Tentu saja dengan mengetahui model-model tersebut, tampilan Anda akan semakin menawan dan meningkatkan kualitas diri di hadapan banyak orang. Seperti model-model dasi berikut ini yang bisa menjadi acuan Anda.

1. Model Dasi Four in Hand Knot

Dasi Model Four in Hand Knot
www.ties.com/how-to-tie-a-tie/four-in-hand

Model dasi pertama yang paling mudah diterapkan dan biasanya disukai pemula adalah Four in Hand Knot. Cara memakainya pun tidak terlalu ruwet. Kelebihan dari four in hand knot ini juga karena bisa dipakai dalam segala acara, sehingga Anda tidak perlu bingung memilih model dasi seperti apa untuk banyak undangan formal maupun semiformal. Selain itu, paling cocok untuk kemeja yang kerahnya sempit, tapi kurang disarankan untuk pemakaian pada kemeja yang kerahnya cukup lebar.

2. Model Bowtie/Dasi Kupu-Kupu

Model Dasi Kupu-Kupu
gentlemansgazette.com/shop/accessories/bow-ties/black-bow-tie-silk-faille-grosgrain-sized-butterfly-fort-belvedere

Untuk model dasi yang satu ini memang bisa dibilang cukup populer. Apabila dulu dasi kupu-kupu hanya dipakai untuk acara formal, berbeda dengan perkembangan zaman terkini. Dasi kupu-kupu menjadi trend tersendiri, terutama di kalangan anak muda yang mendekati dewasa. Dasi kupu-kupu bisa dipakai untuk acara santai dengan perpaduan pakaian kasual. Meskipun begitu, fungsinya sebagai dasi resmi pun masih tetap kuat. Sehingga tidak ada salahnya mencoba model dasi satu ini.

3. Model Dasi Trinity Knot

Model Dasi Trinity Knot
realmenrealstyle.com/trinity-necktie-knot/

Seperti namanya, trinity, pada model dasi ini pun memiliki tiga sisi yang sama dan membentuk sebuah dasi dengan model unik. Bisa dibilang Anda akan mendapati model dasi dengan tiga simpul yang mengait satu sama lain. Meskipun terlihat rumit memakainya, tapi sebenarnya sama saja dengan memakai model dasi lain. Model ini pun jarang yang pakai, jadi Anda bisa menjadi lebih menonjol bekat simpul keren satu ini.

4. Model Dasi Cape Knot

Dasi Model Cape Knot
tiemart.com/blog/necktie-knots-a-visual-guide/

Cape knot ini adalah salah satu dasi yang akan memberikan kesan mewah pada tampilan Anda. Modelnya unik dan seperti menumpuk dengan dasi lainnya padahal hanya memakai satu dasi. Anda bisa memakai dasi cape knot pada acara-acara besar yang sifatnya formal. Apalagi jika Anda adalah tuan rumahnya, tentu penampilan yang mencolok dan paling berkesan harus diterapkan. Selain itu, dasi ini juga cukup memakan waktu dalam memasangnya, mungkin karena kerumitan simpul, sehingga ada baiknya latihan lebih sering memakai cape knot sebelum segera menerapkannya. Ada-ada aja ya model dasi ini, tapi menurut saya keren juga loh hehe

5. Model Dasi Eldredge Knot

Model Dasi Eldredge Knot
neatorama.com/2013/02/25/Three-Exotic-Necktie-Knots-to-Try-The-Eldredge-Knot-The-Trinity-Knot-and-The-Cape-Knot/

Rumitnya menyimpul dasi model cape knot mungkin tak sebanding dengan dasi eldredge knot. Meskipun membutuhkan ketelitian yang tinggi dan waktu yang lama, hasilnya memang tidak bisa dibohongi, karena model satu ini yang paling mencolok dan berbeda dari lainnya. Anda bahkan mungkin bisa menjadi pusat perhatian hanya dengan model dasi eldredge knot. Seperti model dasi sebelumnya, yang satu ini pun paling cocok untuk dipakai ke acara formal.

6. Model Dasi Oriental Knot

Model Dasi Oriental Knot
realmenrealstyle.com/oriental-simple-necktie-knot/

Apabila Anda ahli dalam model four in hand, tidak ada salahnya mencoba model oriental ini juga. Cara pakainya bahkan hampir sama, perbedaannya hanya terdapat pada pemasangan yang dibalik yakni sisi yang lebih kecil ada di bagian atas ketika disilangkan. Namun, cara berjalannya tetap sama seperti four in hand. Disebabkan karena model ini cukup mudah, para pemula bisa juga mempelajarinya.

Cara Melipat Dasi Untuk Kerja

Melipat Dasi Untuk Kerja

Penampilan merupakan aspek penting terutama dalam pekerjaan. Demi meningkatkan kesan profesional dalam suasana kerja, kita bisa menambahkan aksesori busana seperti dasi. Memakai dasi bukan hanya menunjukkan kapasitas kita sebagai pekerja, tapi bisa juga dijadikan sebuah pelengkap untuk fashion pria. Agar penampilan Anda lebih percaya diri, berikut ini beberapa cara melipat dasi yang bisa dicoba esok hari sebelum berangkat kerja.

Cara Melipat Dasi Kerja yang Mudah

1. Lipatan Dasi Model Pratt

Cara Melipat Dasi Model Pratt
ties.com/how-to-tie-a-tie/pratt

1. Langkah pertama untuk membuat lipatan dasi model Pratt yakni meletakkan dasi dari dalam ke luar. Ujung dasi yang berukuran lebih besar diposisikan menggantung di sebelah kanan. Sedangkan ujung dasi yang berukuran lebih kecil diposisikan berada di sebelah kiri.

2. Ambil ujung dasi lebar kemudian silangkan di bawah ujung dasi kecil.

3. Tarik ujung dasi lebar ke atas melalui simpul mengelilingi leher.

4. Lipatkan ujung dasi lebar ke bawah simpul mengelilingi leher, lalu kencangkan.

5. Tarik ujung dasi lebar ke atas ujung dasi kecil dari arah kiri ke kanan.

6. Tarik ujung dasi lebar melalui simpul kemudian tarik ke bagian bawah melalui bagian depan simpul.

7. Ikatkan ujung dasi lebar menjadi bentuk segitiga. Untuk mengencangkan dasi dan kerah baju, cukup tarik bagian ujung dasi yang kecil.

2. Lipatan Dasi Model Empat Jari

1. Lipatan dasi model empat jari bisa jadi merupakan lipatan dasi yang mungkin paling banyak dipakai sebagai padanan busana kerja. Untuk membuat lipatan ini, pertama kancingkan kemeja dengan sempurna kemudian angkat kerah ke atas dan letakkan dasi mengelilingi bahu.

2. Posisikan ujung dasi lebar di sebelah kanan dan ujung dasi kecil di sebelah kiri. Atur sedemikian rupa sehingga ujung dasi yang lebih kecil berada 30 cm lebih tinggi daripada ujung dasi lebar.

3. Pindahkan ujung dasi lebar ke atas ujung dasi kecil sehingga keduanya saling bersilangan.

4. Tarik ujung dasi lebar ke belakang atau ke bawah ujung dasi kecil.

5. Putar ujung dasi lebar. Jika Anda melakukannya dengan benar, bagian ujung dasi lebar akan mengarah ke sebelah kiri Anda.

6. Putar ujung dasi lebar sekali lagi mengelilingi ujung dasi kecil.

7. Tarik ujung dasi lebar ke bagian bawah ikatan yang mengelilingi leher.

8. Tarik ujung dasi lebar dari belakang ke depan melalui ikatan di bagian depan dasi.

9. Tarik lipatan ke arah ujung dasi kecil untuk mengencangkan lipatan dasi. Atur hingga panjang dasi sesuai dan tampak lurus.

3. Lipatan Windsor Setengah

1. Sebagai alternatif dari lipatan dasi empat jari, Anda bisa memilih lipatan Windsor setengah. Lipatan ini berukuran lebih besar dan berbentuk menyerupai segitiga. Lipatan ini sering dipilih karena bentuknya yang lebih sederhana dan tidak terlalu menumpuk.

2. Letakkan dasi mengelilingi leher dengan posisi ujung dasi yang lebar berada di sebelah kanan badan Anda. Atur panjang bagian dasi yang lebar sekitar tiga kalilebih panjang daripada bagian yang lebih kecil.

3. Ambil ujung dasi lebar kemudian silangkan ke atas ujung dasi yang lain. Kemudian bawa ujung dasi yang lebar tersebut ke bawah mengelilingi ujung dasi yang kecil.

4. Ambil bagian dasi yang lebar mengelilingi leher.

5. Bawa ujung dasi yang lebar ke arah depan dengan melalui ujung yang lain. Lakukan dari kanan ke kiri.

6. Lingkarkan ujung dasi yang lebar ke leher melalui simpul.

7. Bawa ujung dasi lebar ke depan melalui ikatan yang ada di bagian depan.

8.Tarik ujung dasi agar lebih kencang dan bentuk lipatan menjadi bentuk segitiga.

Oke itu saja beberap cara untuk melipat dasi. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan untuk tutorial ini, semoga artikel ini bermanfaat ya. Terimakasih

Tips Pemakaian Jam Tangan Pada Pria

  Jam tangan merupakan salah satu aksesoris yang bermanfaat dan dapat meningkatkan nilai penampilan pemakainya. Bagi laki-laki akan terlihat lebih berkelas, trendi dan keren ketika memakai jam tangan dan juga biasanya akan lebih terlihat gagah dan maskulin ketika salah satu pergelangan tangannya terdapat sebuah jam. Namun, sebagai seorang pria, Anda pun tidak bisa asal ketika memakai jam jenis ini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya jam tangan tersebut bisa meningkatkan kualitas penampillan.

Tips Memakai Jam Tangan
bluemaize.net/watches/wrist-watch

Hal-Hal yang Harus Dihindari Pria Ketika Memakai Jam Tangan

– Hindari Mengenakan Aksesoris Lain

Ada aturan yang tidak tertulis secara khusus tapi patut diperhitungkan ketika memakai jam tangan. Salah satunya yakni hindari memakai jam tangan dengan perpaduan aksesoris lain. Sudah jelas bahwa jam tangan itu sendiri sudah termasuk aksesoris .

– Hindari Memakai Model Jam yang Tidak Sesuai Keadaan Saat Itu

Hal yang harus dihindari lainnya adalah salah model jam. Anda tidak mungkin ke kantor memakai jam tangan model besar yang biasa digunakan berolahraga atau mendaki gunung. Selain terlihat ‘njomplang’ dengan penampilan, fungsinya jadi kurang maksimal. Misalnya, Anda mendaki gunung tapi memakai jam stainless, bisa jadi jam tersebut akan mudah rusak dan menimbulkan bau tidak sedap oleh keringat dan kotoran debu yang menempel. Apalagi jika tidak tahan air, sekali tercebur atau kehujanan, jam tersebut akan langsung mati.

– Hindari Memakai Jam Terlalu Longgar dan Tidak Sesuai Ukuran Pergelangan Tangan

Berikutnya, sebagai pria, Anda sebaiknya tidak menggunakan jam secara longgar. Ini karena pria memiliki mobilitas yang lebih tinggi daripada wanita, jika memakainya secara longgar, tentu akan mengganggu aktifitas Anda. Namun, jangan juga memakai terlalu ketat, karena akan menimbulkan bekas dan mengiritasi kulit Anda. Selain itu, sebaiknya disesuaikan dengan ukuran pergelangan tangan, karena pergelangan yang kecil atau besar tentu memiliki kecocokan dengan jam model tertentu.

Pakai Jam di Tangan Kanan atau Kiri?

Satu lagi kendala seorang pemakai jam tangan, yakni bingung menentukan sebaiknya dipakai pada tangan kanan atau kiri. Padahal, jelas bisa dipakai di bagian mana saja asal nyaman dan sesuai gaya Anda.

Tangan kanan, bagi yang bukan kidal, adalah bagian tubuh yang paling sering digunakan dan memiliki pergerakan lebih banyak daripada tangan kiri. Supaya tidak membebani tangan tersebut, menghindarkannya dari aksesoris tentu akan meringankan daya kerjanya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk memakai jam di tangan kanan, apalagi jika sudah terbiasa, termasuk saya yang menggunakan jam tangan disebelah kanan

Selain itu, menilik karakteristik berbeda-beda dari setiap individu, pemakaian jam tangan ini tidak memiliki pakem tertentu. Anda bebas memakainya di tangan kanan maupun kiri sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Poin pentingnya hanyalah jam tersebut masih dalam fungsinya dan tidak mengganggu kinerja Anda.

Perbedaan Kaos Bahan Combed 20s Dengan 30s

  Penyuka pakaian jenis kaos, biasanya tidak asing dengan nama-nama katun combed, spandex, superfine dan lain-lain. Namun, dari semua bahan katun tersebut, katun combed adalah yang paling sering digunakan sebagai bahan dasar kaos.

Tentu saja karena combed memiliki kualitas kain yang bagus dan nyaman di kulit. Apalagi bagi orang Indonesia, kaos dari katun combed paling cocok digunakan, kerena dapat menyerap keringat dan tidak panas. Meskipun begitu, kaos combed pun ternyata ada banyak jenisnya. Biasanya sebutannya ada combed 20s, 24s, 30s hingga 40s.

Lalu, apa pengaruhnya angka-angka tersebut pada kaos Anda?

Mengenal Kaos dari Katun Combed

Ketika membeli kaos di pasar biasa maupun distro, yang menjadi pilihan biasanya adalah kaos dengan serat halus tapi kuat. Kaos tipe seperti itu, paling sering dijumpai berbahan katun combed. Disebut sebagai katun combed karena pada proses pembuatannya melalui tahapan combing alias benang-benang halus yang tersisa pada kain dihilangkan supaya menghasilkan kain yang bersih dan benar-benar halus.

Selain itu, kain combed juga memiliki beberapa tahapan khusus sebelum dipintal, tidak heran jika kainnya berkualitas sangat baik dan menjadi pilihan banyak orang untuk menghasilkan pakaian yang nyaman. Biasanya, selain untuk kaos, katun combed juga sering dipakai sebagai bahan seprai, piyama bahkan kaus kaki. Tentu saja dalam penerapannya, kain combed harus disesuaikan ketebalannya. Misalnya, kain combed untuk seprai memiliki perbedaan ketebalan dengan katun combed yang akan dijadikan kaos.

Ketebalan Kaos Combed yang Pas dan Paling Nyaman Dipakai

Inilah gunanya mengetahui apa yang membedakan antara combed 20s dan 30s, karena akan membantu Anda dalam memilih bahan kaos paling nyaman untuk kulit. Sebenarnya, baik combed 20s maupun 30s hanya berbeda pada ketebalan atau kerapatan jahitannya. Tentunya, ketika kain semakin rapat, maka akan lebih tebal dan lebih berat hasilnya. Inilah yang membuat Anda terbantu ketika akan menghasilkan jenis kaos tertentu.

Contoh Kaos Bahan Combed 20s
kaospolosandalas.com/kaos-polos-andalas/kaos-polos-murah

Combed 20s, memiliki gramasi yang paling tinggi dari jenis yang lain, yakni mencapai 180 sampai 220gr/m2. Combed jenis ini juga paling banyak dijumpai di penjual kain, sehingga tidak heran jika kaos dari combed 20s lebih mudah ditemukan. Memang akan menghasilkan kaus yang cukup kaku dan sedikit berat ketika dipakai, tapi tetap nyaman. Kaus dari combed 20s juga sebaiknya tidak dipakai saat cuaca sangat terik atau ketika sedang sakit, karena akan membebani tubuh dan rasanya menjadi kurang enak.

Contoh Kaos Bahan Combed 30s
kaospolosandalas.com/kaos-polos-andalas/kaos-polos-combed-30s

Lain halnya dengan combed 30s, gramasi kain jenis ini hanya 140 sampai 160gr/m2, sehingga lebih tipis tapi tidak setipis 40s. Anda yang suka kenyamanan maksimal ketika memakai kaus, lebih disarankan memilih kaus dari combed 30s ini. Selain tidak berat di tubuh dan mampu menyerap keringat, memakai kaus jenis ini pun tidak terasa panas. Di cuaca yang sedikit dingin pun kaus dari combed 30s masih bisa dipakai dengan nyaman karena ketipisannya masih wajar.

Tetapi apabila anda suka kaus dari bahan katun combed yang tipis (tetapi jangan sampai tembus pandang ya), Anda bisa mencoba combed 40s, untuk dipakai bersantai karena sangat halus dan tidak panas.

Bukan hanya itu, kaus dari katun combed juga dibagi menurut jahitannya, yakni jahitan tunggal dan ganda. Untuk jahitan tunggal atau single knit diberi kode s, sedangkan double knit diberi kode d. Perbedaannya tentu terlihat pada hasil jahitan, biasanya double knit lebih tebal dan rapat, sehingga tentu lebih awet. Meskipun jika Anda mencari kaus di pasaran, jahitan tunggal yang lebih mendominasi. Oke itu aja artikel ini, Semoga bermanfaat ya. Terimakasih

Baca juga artikel mengenai kaos lainnya:

Macam-Macam Model Kaos Untuk Pria

Hal-Hal Mengenai Kaos Dan Kemeja Pria

Design Kaos Pria Yang Simpel